Sekarang-sekarang ini di social media lagi hangat-hangatnya orang2 posting tulisan tentang obrolan ibu pekerja dan anaknya. Anak tanya ke ibu kenapa rela ninggalin seharian sama pengasuh sementara ga berani nitipin perhiasannya sama pembantu. Ga lama setelah itu muncul lagi posting balesan yang isinya alasan2 kenapa ibu menjadi seorang pekerja yaa karena alasan anak juga. Di sosmed sebelah ada lagi posting ibu2 muda yg gembar gembor tentang ngasih asi eksklusif full, sementara ibu lain yg ga bisa kasih asi eksklusif cuma bisa gigit jari&tersudut. Di lain lapak lagi, sekelompok ibu2 muda begitu pongahnya seperti jadi ibu paling hebat bagi anaknya karena sudah melalui perjuangan hidup dan mati melahirkan secara normal bukan sectio caesar.
Ahh saya sebagai ibu muda jadi risih, kok begini ya ternyata jadi ibu baru. Heboh tapi terkesan heboh sendiri, sok kasih opini tapi ngerasa benar sendiri, kasih semangat ibu lain tapi biar dipuji. Sudahlah, semua ibu adalah ibu terhebat bagi anaknya. Meskipun tak bisa kasih asi full, punya waktu full, melahirkan secara normal. Toh semua orang punya alasan buat semua keputusan.
Katakanlah si emak yang kasih asi full bangga luar biasa anaknya tak ada campur tangan susu formula, tapi dari sebelum azan subuh sampai datang azan isya anaknya ditinggal kerja. Maakk, apa ibu mau disamakan dengan sapi perah penghasil susu. Ibu yang kasih sufor pun mungkin ada masalah tidak bisa kasih asi, misal harus minum obat dalam jangka waktu lama dan obat tersebut diekskresikan lewat asi.Naah lhoo..
Aduh kasian ibu2 yanb lahir sc dikira tidak mempertaruhkan nyawanya pula, ketika sudah ada di meja operasi, harus percaya dengan dokter yang menangani dibilang tidak mempertaruhkan nyawa. Bu, kalo memang operasi sc adalah tindakan tanpa resiko sudah barang tentu dokter memutuskan sc merupakan pilihan pertama untuk melahirkan bukan melahirkan secara normal.
Dan untuk ibu2 yang komentar soal meninggalkan anak ke pengasuh, ada yang bilang karena jaman sekarang susah lah kalo cuma ayah yg kerja, g bisa nutupin buat hidup. Bener juga itu, anak mau dikasih makan apa tapiiii,,ga juga jafi pembenaran. Cukup dan ga itu jadi relatif, ada orang yg hidup cukup sederhana dengan uang 2jt aja udah lebih, ada yang 2 juta aja kuraaang banget soalny mesti beliin baju anak yang bermerek, makan harus di restoran yang harga per menunya kisaran 30rb ke atas, tiap weekend harus jalan2, dan ketauan deh alasan sebenernya gaya hidup dan gengsi.
Sudahlah, pastinya ibu2 muda ini punya sejuta alasan kalau nantinya anak tanya kenapa dulu saya dikasih asi bukan sufor, tidak diurus pengasuh, dan dilahirkan secara normal bukan sc, pun sebaliknya. Semua ibu yang memberikan hal terbaik bagi anaknya pastilah ibu yang hebat, apapun pilihannya.
I love you mama yang melahirkan Nisa secara normal, mengurus nisa full tanpa bekerja walaupun saya tahu gaji papa jaman pns dulu mungkin harus sambil mengencangkan ikat pinggang&tak punya barang mewah pun cincin kawin dijual, dan asi eksklusifnya.