Sabtu, 19 Februari 2011

Ingat-ingat pesan mama

Mama bilang
Jagalah shalat dan bacalah Al-Quran, karena saat mama dan anak-anaknya berada di tempat yang dipisahkan oleh jarak maka hanya Tuhan yang dapat menjaga dan mama hanya dapat mempercayakan pada sang Maha Pencipta

Mama tidak menyuruh anak-anaknya untuk belajar karena mama percaya kalian sudah dewasa sudah tahu tanggungjawabnya

Suatu saat menjadi seorang ibu, ajarilah anak-anakmu membaca Al-Quran karena mama sendiri yang mengajar anak-anaknya untuk membaca Al-Quran

Saat engkau punya anak mama akan lebih bangga jika cucu mama berkata aku lah seorang penghafal Al-Quran bukan aku lah seorang pemain alat musik yang handal atau juara dunia dalam bidang apa
Saat engkau mengandung kenalkanlah calon bayimu dengan senandung Al-Quran, tidak harus musik klasik mama ingin cucu nya sejak lahir mencintai Al-Quran

Jangan lupa kodratmu sebagai seorang wanita, bekerjalah, aplikasikan ilmu,bagilah pada sesama tetapi mama tidak suka jika pekerjaan membuatmu merasa lebih tinggi daripada suami (jika sudah punya suami), mama tidak suka jika pekerjaanmu membuat merasa tinggi hati dan menjauhkanmu dari keluarga

Tuntutlah ilmu setinggi-tinggi nya, tidak usah pikirkan biaya karena sudah tanggungjawab mama dan papa dari anak-anaknya lahir sampai menikah

Dan ini yang selalu membuat saya bangga, jadilah cantik. Tanpa harus melepas jilbab, tanpa harus memakai baju ketat, tanpa harus selalu mengikuti mode anak-anak gaul(maksud mama memakai celana kelewat pendek, baju kurang bahan, dll). Kecerdasan, ketakwaan, tingkah laku itulah yang membuatmu cantik.

Hanya sebuah catatan kecil agar saya selalu mengingat nasihat mama. Trimakasih mama. Semoga nasihat mama bukan hanya menjadi catatan kecil di blog ini. Amin. :)

Selasa, 08 Februari 2011

Tuhan ada dimana(mana)?



Tuhan yang disebut dengan berbagai nama, yang dicinta dengan berbagai cara..itu yang saya percaya. Saya memang bukan seorang muslimah yang mungkin bisa dibilang alim ,entahlah masuk kategori solekhah atau apapun namanya itu. Pengetahuan agama saya memang tidak seberapa, bukan seorang yang selalu mengaji di setiap tempat, selalu pergi ke mesjid, selalu mendengarkan pengajian yang jelas saya tidak munafik untuk menafikan keberadaan Tuhan. 


Tuhan, engkau ada dimana? Engkau dimana-mana. Betul kan ya? Saya tahu, dalam agama islam orang sebaiknya shalat di tempat yang layak, bersih, kalau bisa sih mesjid. Mesjid yang bagus sekalian, dengan kubah emasnya, dengan pilar-pilar besarnya mungkin biar bisa kusyuk atau mungkin biar bisa sekalian foto-foto atau jalan-jalan. Tuhan saya percaya, tanpa harus di bangunan mewah sperti itu Engkau pun mau mendengar doa hambamu.


Tuhan, engkau benar ada dimana-mana tentunya. Tadi sore waktu jalan keluar dari rumah sakit yang konon katanya lebih besar dari rumah sakit pemerintah yang sudah cukup besar di Jakarta, saya melihat ada orang yang sedang shalat, di teras pinggiran bangsal, di sampingnya ada selokannya yang bisa dibilang agak kurang bersih, di depannya ada ibu-ibu sedang bongkar-bongkar makanan sambil membelakangi yang shalat, di belakangnya ada yang merokok.


Tuhan yang ada dimana-mana, entah mengapa saya ingin marah tetapi saya juga sedih. Tuhan, adakah engkau merasa dihina? Di saat banyak orang yang membangun mesjid nan megah dan mewah di sisi lain masih ada yang shalat dalam kondisi seperti itu. Tuhan, saya mohon jangan marah dan janganlah membuat hati saya marah melihat seperti itu. Daripada mesjid mewah dipakai hanya untuk ajang pamer donasi, daripada mesjid mewah hanya dipakai foto-foto, tentunya doa tulus dari seorang wanita yang mengharapkan kesembuhan bagi saudaranya, atau anaknya, atau suaminya walaupun hanya di emperan bangsal merupakan hal yang sangat berarti. 


Bukan karena bangunan yang mewah Tuhan disembah, karena Tuhan tidak hanya ada di bangunan yang mewah. Saya juga tak begitu paham apakah memang shalat harus di tempat yang benar-benar bersih dengan kadar tertentu. Setidaknya saya seorang awam yang juga mencintai-Mu memohon, di tengah asap rokok, di tengah bau amis di selokan, di antara orang yang tidur-tiduran kabulkanlah doa wanita itu sehingga saya tidak perlu lagi bertanya Tuhan engkau ada dimana? Karena saya punya jawabannya engkau ada dimana-mana. Di hati setiap manusia, itu sebabnya engkau tak terlihat mata, Tuhan terlihat dengan hati.

halaman lantai 4
kos darmawangsa
Surabaya



Minggu, 06 Februari 2011

sms fitri


Hari ini, libur, masih di Surabaya. Angkot nomor C membawa saya dan teman-teman ke pasar Atum. Pasar yang katanya terkenal menjual macam-macam makanan. Ya beginilah kami di sini, kalo hari biasa ke rumah sakit Sutomo kalo libur jalan-jalan. Tak ada yang istimewa di perjalanan. Hanya gedung-gedung yang ganas seperti akan mencakar langit, gedung-gedung yang seakan berlomba ingin menggapai langit dan nyatanya langit itu tidak akan terjangkau. Bosan saya melihat bangunan-bangunan yang sombong itu. 


Getar handphone terasa dari hp monokrom saya. Dengan agak malas saya buka. Selesai membaca senyum-senyum sendiri  jadinya. Sms dari Fitri, salah seorang pengungsi saat bencana Merapi beberapa bulan lalu. Saya coba kembali mengaktifkan ingatan lama, ya sudah skitar 2 bulan kami tidak bertemu, saling bertukar canda. Bahkan pertemuan kami yang terakhir di RS sardjito tidak ada selingan canda karena saat itu Bu Nunu (Ibu dari Fitri) terbaring dengan berbagai alat yang terpasang di tubuhnya. Mulai alat bantu pernafasan sampai pendeteksi denyut jantung.

Ya, mungkin saya tidak melupakan sosok dari Fitri atau Bu Nunu tetapi saya perlahan melupakan rasa rindu kepada mereka. Kesibukan mungkin yang membunuh rasa rindu saya, rasa rindu yang sebenarnya saya rindukan. Hemmm.. ketulusan dan kepolosan kata-kata fitri  dan ibunya yang sulit saya temukan. Mereka sederhana, dan kesederhanaan yang membuat mereka berbeda, sulit ditemukan. Hidup yang kompleks hanya bikin manusia tidak mau berpikir sederhana, semuanya dipersulit, bersyukur saja sulit. 


 bersama fitri dan eko
"Mbak Nisa, tadi mbak priska ke rumahku sama mas bobby. Mbak kirim pesan buat embak di surabaya sehat terus lo mbak biar besok ketemu lagi." Itu isi sms terakhir dari Fitri sebelum saya turun dari angkot C.  Polos betul doa anak umur 9 tahun ini. Terimakasih fit, semoga Tuhan meng ijabahi doamu. Suatu hari nanti ajarkan mbak berdoa untuk orang lain, doa yang sederhana tetapi penuh ketulusan.


kamar 4.6
surabaya