Selasa, 08 Februari 2011

Tuhan ada dimana(mana)?



Tuhan yang disebut dengan berbagai nama, yang dicinta dengan berbagai cara..itu yang saya percaya. Saya memang bukan seorang muslimah yang mungkin bisa dibilang alim ,entahlah masuk kategori solekhah atau apapun namanya itu. Pengetahuan agama saya memang tidak seberapa, bukan seorang yang selalu mengaji di setiap tempat, selalu pergi ke mesjid, selalu mendengarkan pengajian yang jelas saya tidak munafik untuk menafikan keberadaan Tuhan. 


Tuhan, engkau ada dimana? Engkau dimana-mana. Betul kan ya? Saya tahu, dalam agama islam orang sebaiknya shalat di tempat yang layak, bersih, kalau bisa sih mesjid. Mesjid yang bagus sekalian, dengan kubah emasnya, dengan pilar-pilar besarnya mungkin biar bisa kusyuk atau mungkin biar bisa sekalian foto-foto atau jalan-jalan. Tuhan saya percaya, tanpa harus di bangunan mewah sperti itu Engkau pun mau mendengar doa hambamu.


Tuhan, engkau benar ada dimana-mana tentunya. Tadi sore waktu jalan keluar dari rumah sakit yang konon katanya lebih besar dari rumah sakit pemerintah yang sudah cukup besar di Jakarta, saya melihat ada orang yang sedang shalat, di teras pinggiran bangsal, di sampingnya ada selokannya yang bisa dibilang agak kurang bersih, di depannya ada ibu-ibu sedang bongkar-bongkar makanan sambil membelakangi yang shalat, di belakangnya ada yang merokok.


Tuhan yang ada dimana-mana, entah mengapa saya ingin marah tetapi saya juga sedih. Tuhan, adakah engkau merasa dihina? Di saat banyak orang yang membangun mesjid nan megah dan mewah di sisi lain masih ada yang shalat dalam kondisi seperti itu. Tuhan, saya mohon jangan marah dan janganlah membuat hati saya marah melihat seperti itu. Daripada mesjid mewah dipakai hanya untuk ajang pamer donasi, daripada mesjid mewah hanya dipakai foto-foto, tentunya doa tulus dari seorang wanita yang mengharapkan kesembuhan bagi saudaranya, atau anaknya, atau suaminya walaupun hanya di emperan bangsal merupakan hal yang sangat berarti. 


Bukan karena bangunan yang mewah Tuhan disembah, karena Tuhan tidak hanya ada di bangunan yang mewah. Saya juga tak begitu paham apakah memang shalat harus di tempat yang benar-benar bersih dengan kadar tertentu. Setidaknya saya seorang awam yang juga mencintai-Mu memohon, di tengah asap rokok, di tengah bau amis di selokan, di antara orang yang tidur-tiduran kabulkanlah doa wanita itu sehingga saya tidak perlu lagi bertanya Tuhan engkau ada dimana? Karena saya punya jawabannya engkau ada dimana-mana. Di hati setiap manusia, itu sebabnya engkau tak terlihat mata, Tuhan terlihat dengan hati.

halaman lantai 4
kos darmawangsa
Surabaya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar