Saya sadar jarang komunikasi terjalin dengan papa, justru ketika jarak semakin terlihat jelas dan tegas (Bogor-Surabaya)komunikasi kami menjadi lebih baik. Berbeda dengan mama, papa jarang berpesan macam-macam seperti mama. Bukan karena papa kurang perhatiaan tapi papa punya caranya sendiri untuk menyampaikan pesan-pesannya.
Papa ingin anak-anaknya tidak terbiasa mengucapkan kata-kata mengumpat, maka ia tidak pernah memarahi atau membentak kami. Apa yang terucap dari mulut menunjukkan seperti apa kalian.
Papa ingin anak-anaknya hidup sehat. Papa jarang sekali membelikan makanan junkfood. Kalaupun membawa itu pasti karena papa selesai menguji mahasiswanya. Sebagai gantinya saya hampir selalu menebak dengan benar isi kantong plastik yang biasa papa bawa, ada buah, roti, dan susu beruang/ ultra milk.
Papa ingin anak-anaknya mengenal Tuhan. Diajaknya kami ke pengajian. Dibelikannya kami buku-buku tentang agama. Ditunjukkannya bahwa bangun di malam hari meluangkan waktu untuk bercerita pada Tuhan tidaklah sulit.
Papa ingin anak-anaknya menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang takdir, hidup adalah doa dan kerja keras. Bekerjalah papa senin-minggu. Mengajar pagi sampai sore, di sela malam ia gunakan untuk menulis. Rezeki dapat berasal dari mana tapi pastinya harus halal, halal dan haram akan menentukan akan menjadi seperti apa kamu. Pantang bagi papa melakukan yang haram walaupun harus menjadi orang yang tidak disukai.
Papa ingin anaknya sekolah setinggi mungkin. Diyakinkannya kami bahwa biaya tidak boleh menjadi masalah untuk sekolah. Tidak pernah keluar dari mulutnya biaya sekolah kalian mahal. Salut untuk yang satu itu. Papa selalu ingin melanjutkan sekolah S3 nya itu yang saya tau.
Papa tidak ingin anaknya hidup dalam kemewahan. Diajarkannya kami untuk hidup sederhana. Kalaupun ada rezeki yang lain bukan berarti untuk hidup berlebihan tapi untuk orang-orang yang lebih ber hak. Diberikannya contoh pada kami sejak kecil, mengisi kotak ‘Anak Soleh’ (Kotak yang biasa kami isi uang recehan dan kemudian hasilnya diberikan pada anak yatim).Dan, Tidak semua keinginan dan permintaan kami dikabulkan. Segala sesuatu yang dianggap berlebihan akan selalu ia tolak.
Papa ingin menunjukkan bahwa keluarga adalah prioritas utama. Di sela-sela kesibukannya senin-minggu selalu ada waktu untuk bercengkrama bersama atau kadang keluar bersama.
Papa tidak ingin memberika teori-teori tapi lihatlah seperti apa papa, makan kamu akan belajar banyak hal tanpa papa harus banyak bicara.
Dan yang pasti papa ingin menunjukkan pada anak-anaknya betapa papa mencintai kami. Maka ia kirimkan untaian doa di sepanjang harinya hanya untuk kami. Semoga kami selalu dalam lindungan-Nya.:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar