Terimakasih untuk setiap jarak dan jeda..
Saya tahu kamu ajarkan saya bukan untuk dimanja tapi untuk jadi dewasa..
Dewasa tutur katanya, dewasa sikapnya
Bukan menjadi wanita yang dihargai hanya dengan rangkaian bunga, status mesra, dan kata-kata cinta yang sebenarnya tidak ada maknanya
Saya Cuma bisa buat puisi sepanjang itu. Maafkan saya, bukan karena otak saya tidak mampu tapi sepertinya hati saya memang tidak terbiasa untuk bikin deretan kata indah tapi sebenarnya maknanya tidak ada, tidak bisa bikin kata-kata lebay
Tidak perlu setiap malam minggu jalan berdua, kamu sudah buktikan pada saya mau ke surabaya di tengah kesibukan. Saya yakin menemani saya malam minggu jauh lebih gampang daripada menemani saya di tengah kepenatan tugas saya di RSUD Soetomo. Maka saya ucapkan terimakasih pada jarak, karena jarak membuat saya yakin kamu mau melakukan sesuatu yang nampaknya sulit dan tidak semua orang bisa melakukannya.
Sibuklah kamu dengan tugas-tugas yang kamu sebut dengan pencitraan dan sibuklah saya dengan tumpukan kewajiban saya yang merupakan bagian dari pelayanan pasien. Maka terimakasih telah menciptakan jeda, karena memang kenyataannya dunia memang bukan milik berdua. Tak usah berkilah, memang ada saatnya ini bukan tentang saya dan kamu. Jeda membuat saya bisa bercerita tentang apa yang saya lakukan selama dunia ini tentang saya dan pekerjaan juga kamu dan pekerjaan. Ingat betul saya semangatnya saya cerita tentang Ramdhan.Seorang anak yang akan menjalani operasi, dia beri kissbye ke saya dan cium tangan saya.
Cobalah temukan kata2 mesra atau foto2 mesra kami berdua pada situs jejaring sosial, maka kamu tidak dapat menemukannya. Kalau itu karena saya memang kurang suka difoto =D Jalan-jalan berdua, makan bareng itu terlalu biasa untuk saya. Kamu antar saya pulang jam11 malam gara-gara musyawarah anggota ukesma itu punya arti buat saya. Sayangnya tidak mungkin kami foto2 sebelum dia antar saya pulang.
Kamu main pe es tiap malam minggu dan saya jalan2 dengan kawan2 saya(liat orang pacaran,hehe). Terimakasih sudah memberi jarak dan jeda, sehingga saya punya waktu untuk kumpul dengan teman-teman.
Saya yakinkan kamu, begitu juga kamu yakinkan saya, biarlah kita pasrah biar Tuhan yang jaga hati kita. Tidak usah terlalu optimis ataupun pesimis. Maka saya mencoba gunakan hati sesuai porsinya.
*Semoga akhirnya kamu paham apa maksud saya terimakasih untuk jarak dan jeda
Surabaya
27-03-2011
suka...suka...suka...
BalasHapusbaca cerita ini jadi senyum2 sendiri,,,
memiliki kemiripan dengan cerita saya...
hehehehe...
kakak norma komen ternyata..ihh jadi malu..*tutup muka pake panci
BalasHapus