Lama juga saya ga nulis blog, banyak waktu saya yang habis di perjalanan Bogor-RSCM bikin saya jadi ga produktif nulis (walaupun Cuma sekedar iseng nulis).
Ok, hari ini saya memutuskan refreshing dari kegilaan aktivitas kuliah dengan pergi ke rumah si mas (mas lebih suka nyebut rumah kami). Dari pagi Cuma leyeh2, makan bubur bareng (saya, mas, dan mas Aris) dan nunggu tukang tralis yang katanya mau dateng dari setelah dzuhur (saya kira sekitar jam 12an) baru datang saat azan ashar.
Sempat kami ngobrol hal-hal ga penting berdua (waktu mas Aris balik ke rumahnya yang tepat di sebelah rumah kami), ngobrol dari isi Whatsap an saya dengan Fira dan Nia (dari cerita tentang tulang rusuk sampai ceramah Mamah Dedeh), definisi cantik, sikap kamu yang cueknya super super luar biasa, dan banyak lagi yang lainnya.
Sampai tiba-tiba kamu nyeletuk eh tangan kamu tutupin itu (kebetulan saya pake kaos dobel jaket dan agak tersingkap bagian tanganya soalnya cari posisi nyaman ga bisa diem kaya kelereng), intinya dia mengingatkan lengan baju saya yang agak tersingkap agar segera ditutup katanya dia, dia ga mau saya memperlihatkan (sengaja atau tidak sengaja, bagian tubuh saya yang seharusnya ditutupi, walau hanya bagian lengan tangan ke orang lain). Kamu mungkin ga sadar, tapi saya merasa sangat dijaga, dan pertama kalinya ada pria yang bilang seperti itu ke saya.
Apa luar biasanya?
saya tarik kembali kalau saya pernah bilang kamu cuek terhadap saya
Salah besar bahwa saya bilang kamu cuek. Seharusnya saya tahu bahwa cuek itu adalah ketika para pria membiarkan wanita yang disayang (atau apapun namanya itu) menampakkan kecantikannya untuk konsumsi umum yang bukan hak nya. Seperti pakai hotpants ke tempat umum, atau yang memang agak susah buat dilakukan yaitu menutupi rambut. Pria justru merasa bangga memamerkan kecantikan pacarnya atau istrinya tanpa merasa risih bahwa itu semua dinikmati oleh banyak orang lain. Maafffff sebelumnya saya tidak ingin menyudutkan/komplain bagi yang tidak pakai jilbab atau pakaian muslim yang sesuai syariat, karena saya sendiri pun masih sering pakai jins. Berpakaian apapun itu sudah menjadi keputusan seseorang yang mestinya dihormati dan di cerita kali ini saya titik tekannya mengenai perhatian si mas.
Oh ya satu lagi yang saya sadari mengenai relatifnya sebuah kecantikan. Waktu kamu bilang cantik itu relatif banget jadi susah didefinisikan, kamu bisa bilang artis siapa cantik atau ada perempuan lain yang cantik dengan pakaian yang modis ala skarang (tau lah yang kaya apa, misal pakai dress yang banyak ventilasinya). Ya, mereka kamu bilang cantik dan kamu menikmatinya tapi ya sudah Cuma sampai disitu. Ketika kamu dengan saya, kamu tidak ingin saya menjadi cantik yang umum (cantik yang bisa dinikmati semua orang dengan cara yang tidak sewajarmya) cantik yang seadanya, adanya celana pendek ya pakai celana pendek, adanya rok mini ya pakai rok mini.
Menjadi cantiklah dengan bijak J
Terimakasih untuk hari ini
Hampir jam 10 malam dan kamu masih dalam perjalanan menuju kosan Benhil. Take Care Ya J
ehemm..ihiy ihiy ciyee *dateng dateng rusuh*
BalasHapusnis, aku baru baca blog kamu lho
eh iya ada namaku disitu :p
oknum datang,,ga perhatian deh baru buka sekarang..
BalasHapus